Sejarah
Diposting tanggal: 19 Februari 2021

   Sejarah Singkat Rumah Sakit

Rumah Sakit Kusta Ujung Pandang (sekarang RSK Dr. Tadjuddin Chalid Makassar) resmi berdiri pada tanggal 1 Oktober 1982 berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI Nomor 568/Menkes/SK/1982 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Kusta Ujung Pandang. Rumah Sakit Kusta Ujung Pandang meurpakan unit organic dalam lingkungan Departemen Kesehatan yang pada waktu itu berada dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Diakibatkan karena masih tingginya angka prevalensi kusta di seluruh wilayah Republik Indonesia, maka berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 270/MENKES/SK/VI/1985 tanggal 4 Juni 1985, Rumah Sakit Kusta Ujung Pandang ditunjuk menjadi rumah sakit Pembina dan sekaligus sebagai pusat rujukan kusta di Kawasan Timur Indonesia. Adapun wilayah binaan adalah seluruh Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya.

Seiring dengan perkembangan jaman dan kondisi masyarakat, maka berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 297/Menkes/SK/III/2008 Rumah Sakit Kusta Makassar berubah nama menjadi Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar yang berada dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Di samping itu brdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 2/KMK.05/2010, Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar diberikan kepercayaan sebagai instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Berdasarkan pertumbuhan pemukiman di Kota Makassar yang sangat pesat yang juga berpengaruh kepada wilayah sekitar rumah sakit, mengakibatkan Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar yang pada waktu dibangun, lokasinya berada di luar kota dan sangat terisolasi sekarang berada di tengah pemukiman warga, sehingga berdasarkan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar mempunyai kewajiban untuk setiap saat siap memberikan pelayanan kepada masyarakat umum. Kondisi tersebut telah disikapi dengan baik oleh Kementerian Kesehatan, di mana pada tanggal 31 Mei 2010 Kementerian Kesehatan memberikan ijin untuk membuka pelayanan umum melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan No. HK.03.05/I/2835/10.

Perkembangan pemikiran masyarakat yang modern menuntut Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar mengikuti dengan melakukan perubahan dari internal khususnya perubahan Struktur Organisasi yang telah ketinggalan jaman dan dirasakan telah tidak sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan oleh masyarakat yang semakin kompleks, maka pada tanggal 14 Mei 2012 Menteri Kesehatan RI mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 009 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kelola Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan hukum dan pelayanan,  maka dibentuk penataan organisasi dan tata kerja Rumah Sakit dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Tadjuddin Chalid Makassar 


Selama berdirinya Rumah Sakit Dr.Tadjuddin chalid  Makassar telah dipimpin oleh 7 Direktur Utama. Urutan nama-nama direktur RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar hingga sekarang adalah : 1) dr. A. A. Munru

        2) dr. Fahmi A.Tanjung                      

    3) dr. Tambunan

    4) dr. H. Sanusi Karateng

   5) DR. dr. H. Rasyidin Abdullah, MPH,

       6) dr. H. Kamal Ali Parengrengi, M.Kes.

   7) dr. I Gusti Lanang Suartana Putra, MM, MARS

Pada masa kepemimpinan dr. I Gusti Lanang Suartana Putra, MM, MARS telah terjadi pengembangan selain peningkatan sarana fisik, juga diikuti dengan peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan berkelanjutan dan penyelenggaraan berbagai pelatihan dan penyelenggaraan penelitian pelayanan kesehatan dibuktikan dengan adanya beberapa MoU dengan Institusi Pendidikan dan juga beberapa kerjasama pelayanan kesehatan.

Selain itu dengan berubahnya status rumah sakit menjadi Rumah Sakit Umum Pusat, Direktur Utama membentuk instalasi yang berada di bawah Direktorat Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dan dibawah Direktorat SDM, Keuangan dan Umum. Adapun Instlasi yang berada di bawah Direktorat Pelayanan Medik, Keperawatan dan penunjang adalah:

 

  1. Instalasi rawat jalan
  2. Instalasi rawat Inap
  3. Instalasi Gawat Darurat
  4. Instalasi Rehabilitasi Medik
  5. Instalasi Bedah Sentral
  6. Instalasi KIA-KB
  7. Instalasi Perawatan Intensif
  8. Instalasi Laboratorium
  9. Instalasi Radiologi
  10. Instalasi Farmasi
  11. Instalasi Gizi
  12. Instalasi Rekam Medik
  13. Instalasi Forensik dan Pemulasaran Jenazah
Instalasi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Direktur SDM, Keuangan dan Umum adalah:
  1. Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien
  2. Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Rumah Sakit
  3. Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran
  4. Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit
  5. Instalasi Kesehatan Lingkungan dan K3RS
  6. Instalasi Sterilisasi Sentral dan Binatu